Perjalanan Menuju Kampus
Aku Bercermin.
Pagi ini, aku memakai baju Sweater Abu-abu, dengan model yang bisa
menutupi rambut kepala dan celana panjang cardinal casual dengan warna
hijau kecoklatan. Aku tersenyum pada diriku sendiri.
‘Tok tok tok …,’ suara pintu kamarku berbunyi.
‘Ray…Raya.., Nasi Goreng-nya, sudah ibu siapin dimeja ya..!,’ ibuku yang selalu memakai jilbab dan lebih kurus dariku-59kg. dengan nada suara yang lembut.
‘Iya bu… aku kesana..’ .
Nasi Goreng buatan ibuku adalah salah satu makanan favoritku.
Saat aku sedang makan, adikku yang ber-seragam merah putih, memanggil dan menghampiri ibuku yang sedang berada didapur.
“Bu…., Uang Jajan Rina, mana bu ..,?’ dengan sikap manjanya.
‘Minta sama ayah ya..?, Ibu sedang ga bawa uang!,’ ibuku yang sedang sibuk memasak.
Adikku yang berwajah cantik dan berkulit lebih putih dariku-sawo matang, mendekatiku dan bertanya.
‘Kak… Ayah mana ?’.
‘Tuhh…, sedang panasain motor,’ sambil mulutku manyun dengan mata terbuka lebar, kearah ayahku yang sedang berada diluar rumah.
Aku kedapur, menemui ibuku yang sedang masak, meraih telepak tangannya dan mencium punggung tangannya.
‘Bu.., raya berangkat ke kampus’.
‘Hati-hati..’.
‘Iya bu.., Assalamualaikum’.
‘Waalaikumsalam..’.
Lalu,aku
datangi ayahku yang berambut cepak seperti tentara dan lebih tinggi
sedikit dariku-172cm. aku raih tangannya dan menciumnya.
‘Aku berangkat yah.., Assalamualaikum’.
‘Waalaikumsalam’ .
***
Dalam Bus Umum.Jurusan Tangerang - Jakarta.
Hari Senin. Cuaca terlihat sangatmendung. Aku berdiri ditengah,
berdesakan dengan penumpang lain, karena tidak mendapatkan tempat duduk.
Tidak hanya aku, tidak hanya lelaki, wanita pun masih ada yang
berdiri.
Semakin lama, semakin terasa panasnya, karena bus yang aku naiki tidak ber-AC.
Tidak
hanya kesal karena panas, tapi karena pula, bus baru saja setengah jam
melaju, sudah seperti orang sedang berjalan, dan terkadang berhenti.
Disampingku, Seorang perempuan dewasa yang berdiri, berpakain rapih,
terlihat sangat kecewa,dengan wajah yang ditekuk, cemberut sambil
mengeluh kepada teman yang berada didepannya ,
‘ dijalan tol aja macet sih…, panas lagi.., ‘ sambil mengipasi wajah dengan bukunya.
‘ya.., namanya juga Jakarta, kalau ga macet, ya namanya bukan Jakarta ..,’ Pria berkumis, teman nya, menjawab sambil BBM.
Semakin lama, wajahku semakin berkeringat dan Tanganku terasa lengket.
Sweater yang akupakai, aku lepaskan, terlihat kaos yang aku pakai,
sedikit basah. Sapu tangan yangaku bawa, basah pula seperti dimasukkan
ke kedalam air . dalam hati bergumam
‘rasanya,aku ingin mandi lagi !’ .
Kurang lebih satu jam aku berdiri. Akhirnya aku lega. Ditengah
perjalanan aku mendapatkan tempat duduk, karena sebagian banyak
penumpang, sudah turun dari bus.
Aku duduk
didekat kaca yang terbuka, angin berhembus ke arahku, sangat membantu
untuk wajah dan tubuhku yang sedang berkeringat.
Bus Berhenti, dengan turunnya penumpang, masuklah pemuda dengan
gitarnya. Dia berjalan ke tengah. Mainkan gitar dan bernyanyi.
“
Dan terjadi lagi…
Kisah lama yang terulang kembali …
Kau terluka lagi…
Dari cinta rumit yang kau jalani …
Aku ingin kau merasa …
Kamu mengerti,aku mengerti kamu …
Aku ingin kau sadari …
Cintamu bukanlah dia …
Dengar laraku ………(Band Noah – Separuh Aku).
Waktu itu, lagu-Separuh Aku, sedang sangat Hits. Dengan Vokalis Ariel,
mantan Vokalis Band Peterpan. Dia baru saja keluar dari penjaranya,
membuat album baru dengan band baru yang diberi nama Band Noah, tiga
personilnya pun, mantan Band Peterpan pula dan hanya ada satu personil
yang baru.
Setelah bernyanyi, pemuda
itu mengambil bekas bungkus plastik permen berwarna biru dari kantong
celananya yang gombrang, lalu dia berjalan menyodorkan plastik itu yang
sudah terbuka, mulai dari penumpang, yang paling terdepan.
Tangan kananku merogok kedalam kantong celanaku yang didepan, hanya ada
selembar uang Rp.2.000,- . Terlihat pemuda itu mendekati tempat
dudukku, menyodorkan plastik itu ke arahku, dan aku pun dengan cepat,
memasukkan uang yang sedang aku pegang.
Didalam kediamanku, aku baca novel favoritku, Harry Potter (Penulis. J.K. Rowling).
Lima
belas menit kemudian, Bus berhenti. Tidak hanya penumpang yang masuk,
pedagang asongan pun masuk ke dalam bus. Aku sudah mulai terganggu
dengan suasana yang ramai, dan sudah tidak konsen membaca. Buku novel
yang sedang aku baca, aku simpan kembali ke dalamTas gendongku.
Mataku tertuju pada ibu yang sedang berdiri ditengah, sebaris dengan
kursih didepanku. Aku tidak tega melihat wajah ibu itu, seperti
kelelahan.
Akuberdiri, keluar dari tempat dudukku dan tersenyum tanpa gigi terlihat, ke arah ibu itu.
‘Duduk bu …’.
Ibu itu membalas senyumku dengan senyuman pula.
‘Makasih mas..’ .
***
Aku harus berjalan kaki kurang lebih 200m, karena tempat kampusku lumayan jauh dari jalan raya.
Didepanku,
dibelakangku maupun disampingku, masih ada orang lain yang sedang
berjalan, berkendaraan motor atau mobil ke arah kampusku.
Aku berjongkok, membetulkan tali sepatu yang terlepas, aku melihat buku
kecil berwarna pink, sepertinya buku itu buku diary. disaat aku
mengambilnya, tiba-tiba hujan turun, dansemakin deras. Aku bersama
orang-orang disekitarku, berlari-lari dengan sekuat tenaga, menuju
tempat aku kuliah.
Bersambung ke Bab 2 ya....