Rabu, 20 November 2013

" LOVE & DREAM - Bab - 3 "


Malam Minggu

            Malam minggu. Munkin bagi orang yang sedang kasmaran atau orang yang sudah mempunyai kekasih yang dicintainya, malam ini adalah malam yang paling istimewa dibandingkan dengan malam yang lain. Khususnya untuk pasangan yang mempunyai waktu yang terbatas.

            Malam untuk mencurahkan rasa rindunya, rasa cintanya, yang akan menjadi hubungan semakin lebih harmonis.

            Jalan berdua, bergandengan, saling merangkul, yang seakan dunia ini milik mereka berdua. Atau dengan cara—sang pria yang sedang mengendarai motor, sang perempuan yang mencintainya, memeluknya dari belakang.

            Dinner.  Hubungan yang akan semakin lebih dekat, dengan cerita-cerita pribadinya atau cerita-cerita yang bisa membuat pasangan tersenyum bahagia, tertawa ceria, dan tidak hanya itu saja, pasangan akan saling mengenal, makanan maupun minuman yang mereka suka.

            Nonton Film di Bioskop. Hubungan akan bertambah lebih mesra lagi. Dengan suasana ruangan yang gelap, hanya bisa diterangi oleh cahaya—dari film yang akan mereka tonton. Ber-awal saling menggenggam tangan, dan diakhiri dengan ciuman bibir yang sangat mesra, lalu diteruskan dengan tangan dan ciuman nakal.
Bila Cinta itu menjadi nafsu, setelah mereka keluar dari Bioskop, mereka tidak akan tahu cerita film tersebut, dan munkin saja, itu adalah  niat pertama mereka menonton.

***
            Untuk orang yang masih jomblowan/jomblowati, munkin untuk sebagian orang,  malam ini adalah Malam Galau.

            Salah satunya, aku sendiri.Kegalauanku, biasanya—aku hilangkan dengan menulis cerpen, yang akan dipublikasikan pada teman-teman media sosial—Facebook—ada yang aku kenal dan ada pula yang belum aku kenal.

            Aku memulai menulis cerita, dari apa yang aku rasakan saat itu juga. 
Jari-jariku, bergerak-gerak, aku coba pejamkan kedua mataku, dalam kegelapan, terbayang perempuan berjilbab tersenyum manis, dan aku mengenalnya.
            Ya ..,,  dia Cinta, teman Rika.

            Kurang lebih tiga bulan, aku sudah mengenalnya. Pandangan pertama, apa yang aku rasakan dihati, sangat berbeda dengan perempuan yang lain.
Setiap melihat dia, rasanya senang banget. Terkadang aku suka grogi, salah tingkah, bila berada atau bicara dengannya.

           Setelah diputusin dengan mantan pacarku, sekitar dua tahun lebih, aku tidak pernah merasakan lagi yang namanya Love. 

           Aku juga tidak tahu alasannya, mengapa aku tidak bisa jatuh cinta lagi. Apa aku sedang trauma?, karena pengalaman kisah cinta yang sangat menyakitkanku.

           Sebenarnya dua minggu yang lalu, aku sudah merasakan, kalau aku sudah mulai jatuh cinta pada teman Rika itu—Cinta. Bagiku, meskipun tubuh dan rambut-nya tertutup dengan hijab-nya, tapi dia terlihat  Perempuan Cantik Mempesona.

           Tidak tahu mengapa, aku minder dan tidak percaya diri, ataukah aku merasa tidak pantas, untuk bisa memiliki cinta yang sempurna. Karena pikiran itulah,  aku mencoba untuk tidak mendekatinya.

***

Mataku terbuka, setelah aku merasakan apa yang akan aku ketik.


‘Cintaku, Perempuan ber-Hijab ‘

Aku mulai jatuh cinta lagi, cinta itu ada didalam kelasku.
Tak pernah aku bayangkan sebelumnya, dia adalah perempuan yang sangat istimewa didalam kehidupanku.
Aura kecantikan semakin terlihat, cahaya diwajahnya terlihat sangat tulus. waktu tersenyum, saat bicara, membuatku percaya, kau yang terbaik dari perempuan baik yang aku kenal.
Tapi aku malu, tidak berani, untuk mencoba mendekatimu, dan  mengungkapkan, bila aku mencintaimu.
Kau sungguh sempurna ….

 "

‘ Ray ..,  raya…, ’  ibuku dari luar pintu kamarku.
‘ Iya .., bu… ’
‘ Jangan lupa Sholat Isya..! ’
‘ Iya bu..’

              Dari tempat aku duduk, diruang meja belajar, Aku mendongak sedikit ke atas, melihat Jam yang  menempel di dinding. Jarum panjang menunjukkan ke angka satu dan jarum pendek ke angka sembilan .

             Aku tinggalkan tempat aku menulis, kemudian  keluar dari kamar untuk mengambil air wudhu, dan melaksanakan Ibadah Sholat Isya.


Bersambung ke Bab - 4 ya..

" LOVE & DREAM - Bab 2 "


Dalam Kelas Ada Cinta


Dalam kelas. Aku duduk dibaris tengah, kursih nomor dua dari depan.

          Sebenarnya aku lebih suka duduk dibelakang. Tapi karena mataku sangat sulit, untuk melihat tulisan dosen dengan jarak jauh, mau tidak mau aku harus duduk disana.

          Orangtuaku, menyarankan untuk memakai kacamata, tapi aku menolak-nya, karena aku tidak suka dengan benda itu. Meskipun temanku—Rika, bilang, aku mirip Afgan. Penyanyi berkacamata, yang mempunyai wajah ganteng berlesung pipit. Jangan percaya ya.. ? .

‘ Ray …, gi ngapain nih..? ’
Dia Rika, berwajah hitam manis, berambut hitam sebahu. Selalu ceria, yang sering menghampiriku dikelas.

‘ Biasa … ’
Aku menjawab sambil menunjukan novel yang sedang aku baca.

‘ Ehmm…, Harry Potter ..., ga bosan apa, baca novel itu terus ? ’

‘ …  ’ aku hanya tersenyum kecil.

‘ By the way…,ada cerpen baru ga nih, di facebook ? ’

‘ Lom ada.. ’

‘ Ooo…., aku tunggu ya ray, aku suka banget loh, dengan cerpen-cerpenmu di facebook, sangat menyentuh.. , ’  dengan nada suara yang semangat.

‘ Insyaallah ya.. ’

Tiba-tiba.Ada perempuan berjilbab mendekati rika. Mereka saling tersenyum.

‘ Kenalin nih ray, temanku.., dia baru masuk kelas ini..’
Aku melihat wajahnya, sambil mengulurkan tanganku ke arahnya, dan dia meraih tanganku, menggenggamnya. Kami bersalaman.

‘ Aku Raya .. ’ .

‘ Cinta.. ’  .

‘ Apa ..? , ’ aku tidak mendengar dengan jelas. Nama yang dia sebutkan, apa suara dia sangat pelan, atau munkin ada yang rusak dengan pendengaranku.

‘ C..i..n..t..a…,Cinta.. , ’dia menyebut ulang namanya dengan jelas—mengucapkan huruf satu-persatu dan dengan perlahan-lahan.

‘ ….. ‘ aku tersenyum malu.

‘ Cin.., tau ga,dia jago loh bikin cerpen.., ’ sambung rika.

‘ Oo..ya, kamu tau dari mana ? ’

‘ Difacebook-nya dia ’

‘ Ga ko.., biasa aja.., ’aku memotong pembicaraan mereka.

‘ Pernah dikirim ke koran ga ?, majalah, atau.., dibuat buku kumpulan cerpen.. ? ’

‘ Dia ga suka Cin..,katanya sih.., dia nulis cuma pengen berbagi cerita aja ’

‘ Ooo.., begitu ya.. ? ’

‘ Selamat pagi semuanya.., ’ masuklah Pria Dewasa Berkumis, dia adalah Bpk. Yusrizal Wimra—Dosen Sastra.

***

          Rika duduk didepanku, sedangkan temannya—Cinta, dia duduk disebelah kanan-nya.
Entah kenapa, hari ini aku tidak konsen, untuk mendengarkan dosen yang sedang menjelaskan tentang pelajarannya.

         Tapi aku lebih sering memperhatikan Cinta, Perempuan yang baru aku kenal. Berjilbab Pink dengan wajah putih. Meskipun tidak sedang tersenyum, tapi terlihat sangat manis.

        Aku suka mencuri-curi pandang. Saat dia menoleh kebelakang, aku berpura-pura, seakan tidak sedang memperhatikannya.

‘ Ray…, Raya…, Raya…, ‘ berulang-ulang dosen memanggilku dengan nada yang semakin diulang semakin keras.

‘ ……. , ‘ kepalaku mendongak kearah suara itu dengan alis mata naik ke-atas, hingga mata menjadi terlihat besar dan mulut ternganga lebar. Munkin kalau ada CCTV, wajahku akan terlihat sangat jelek.

‘ Coba  kamu telaah, puisi yang sudah bapak bacakan tadi ? ‘

‘ ……, ‘  aku semakin bingung, karena aku tidak memperhatikan sama sekali, apa yang sedang dibacakan. Aku hanya bisa diam dan menggeleng kepala dengan rasa malu.

‘ Hahahaa, Hahahahaa…., ‘ hampir semuasiswa/siswi tertawa.

‘ MAKAN-NYA.., JANGAN NGELAMUNIN CEWE TERUS .. !  ‘ siswa yang mempunyai perut buncit, dibelakangku menggerutu.

‘ Huhuhuuuu.., huhuuuuuu….., ‘  siswa/siswi berteriak-teriak dengan mulut yang sengaja dimanyunkan.

‘ ……, ‘ aku hanya terdiam, tersenyum-senyum malu sambil tangan kananku, mengacak-acak rambutku sendiri.


***

Hari ini. Tidak hanya membuat hatiku berbunga-bunga, tapi pula, membuatku sangat malu didepan teman-temanku dikelas.


Bersambung ke Bab -3 ya ..