Minggu, 28 September 2014

" LOVE & DREAM - Bab - 4 "


Kecelakaan

Minggu Sore.

‘Raya…ray…’  ibuku berteriak dari luar kamar memanggilku
Iyaa…, bu..,’ aku menjawab dengan nada yang keras pula
‘Sini Ray….’
‘Iya bu.., bentar bu…’ 

Aku keluar dari kamarku, untuk mencari ibu, ternyata sedang berada diwarung, didepan sebelah kiri dari rumahku dan aku mendekati-nya.

‘Apa bu.. ?’
‘Kamu sudah Sholat Ashar belum.. ?’
‘Belum bu..’
‘Sana,sholat dulu..!, kalau sudah sholat, kamu ke sini lagi ya?, jaga warung sebentar..!,ibu juga mau sholat’
‘Iya bu..’
Aku pergi meninggalkan ibu diwarung, untuk menunaikan ibadah Sholat Ashar.

***

Ketika ibu sedang sholat Ashar, aku menjaga warung.
Tidak lama kemudian. Diwaktu sedang asyiknya bermain game di handphone, ada suara teriak-kan dari jarak jauh memanggil ibuku.

‘Bu Aisyah …,  Bu Aisyah….’
Suara itu semakin lama semakin keras, semakin dekat, dan tiba-lah, orang itu ber-ada didepanku dengan wajah yang terlihat panik. 

‘Ray …, dimana ibumu..?,’ dengan nada cemas dan tergesa-gesa.
Dia adalah salah satu tetanggaku, yaitu Ibu Desi—istri dari teman bapakku di pasar.

‘Ibu lagi Sholat  …,ada apa ya bu..?’ 
‘Tadi.., ibu dapat telepon dari suamiku, bapakmu ketabrak  mobil, sekarang sudah ada di rumah sakit umum, dekat pasar bapakmu berjualan’
Didalam suasana khening, karena aku yang sangat terkejut dengan kabar itu, ibuku datang menghampiri kami dan bertanya dengan wajah yang cerah.

‘Adaapa bu Desi.. ? ‘
‘Ini bu, Aku dapat telepon dari suamiku, katanya—suamimu ketabrak mobil, sekarang sudah berada di rumah sakit umum’
Apa bu..?, ’  ibuku sangat terkejut sekali, masih tidak percaya apa yang diceritakan oleh bu Desi. wajah yang sebelumnya cerah, hilang begitu saja.

‘Ayo Bu …, kita ke rumah sakit sekarang ‘ aku merangkul ibu, tubuh ibuku mulai terasa lemas.
‘Ray.., kamu jemput adikmu di mushollah, sekarang ibu saja yang menyusul bapak. Kamu jangan lupa tutup warung dan kunci rumah, sebelum kamu bersama adikmu menyusul ibu’. dengan nada suara yang lemah, sedikit gemetardan nafas tidak teratur.
‘Iya bu.., hati-hati dijalan..’

Ibuku yang ditemani oleh bu Desi, pergi ke-rumah sakit—tempat ayahku dirawat.
Dan aku menjemput adikku, sebelum aku melihat keadaan ayahku.

Bersambung ke Bab - 5 ya ..